Kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia didorong oleh berbagai hal, baik faktor intern maupun ekstern. Hal-hal yang melatarbelakangi kedatangan bangsa barat adalah sebagai berikut; Perkembangan Merkantilisme, revolusi industri, dan kapitalisme Merkantilisme adalah suatu paham kebijakan politik dan ekonomi suatu negara yang memiliki tujuan memupuk hasil kekayaan
Perjuangan bangsa Indonesia membebaskan diri dari kolonialisme sudah ada jauh sejak zaman kerajaan. Perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa mengawali di Banten, begitu pula Laksmana Keumalahayati di Aceh hingga Sultan Agung. Di wilayah Indonesia Timur perlawanan tidak kalah sengit, di mana Sultan Hairun dan Baabbulah di Maluku
Terusan Suez mulai dibangun pada tahun 1854 oleh seorang warga negara Prancis yang bernama Ferdinand de Lesseps. la memperoleh konsesi dari Said Pasha yang pada saat itu menjadi raja muda Mesir. Pada tanggal 16 November 1869 Terusan Suez yang berukuran panjang 169 km, lebar 150
Peristiwa penaklukan Konstantinopel pada tahun 1453 Masehi bukan sekadar catatan kecil dalam buku sejarah, melainkan sebuah epik monumental yang menjadi penanda berakhirnya Abad Pertengahan dan munculnya era baru peradaban dunia. Kota benteng legendaris, yang selama berabad-abad dianggap “tak tertaklukkan” (The City with Perfect Defense), akhirnya
Kepulauan Banda. Nama ini membangkitkan bayangan surga tropis dengan laut biru jernih dan aroma pala yang semerbak. Di masa lampau, gugusan pulau kecil di Maluku Tengah ini adalah pusat ekonomi dunia, satu-satunya tempat di bumi di mana pohon Pala (Myristica Fragrans) tumbuh subur. Buah Pala
Terdapat sebuah masa ketika biji Pala dan Cengkeh bernilai lebih mahal dari emas. Masa ini adalah dunia di abad ke-15 dan ke-16, dan pusat dari kekayaan itu ada di gugusan pulau kecil di timur Nusantara: Kepulauan Maluku. Dua kerajaan Islam kembar, Ternate dan Tidore, adalah
Silsilah dan Leluhur Arya Wiraraja Silsilah dan leluhur Arya Wiraraja dapat ditelusuri dalam Babad Manik Angkeran. Babad Manik Angkeran adalah babad yang merekam peristiwa di kerajaan Kediri. Dalam babad ini diceritakan kisah tokoh yang bernama Danghyang Bajrasatwa. Berputra Danghyang Tanuhun atau Mpu Lampita. Berputra lima
Budaya adalah konsep yang sangat luas, bahkan para rekan sejawat dalam bidang sosiologi dan antropologi tidak memiliki definisi yang tetap mengenai istilah ini. Dalam bidang sosiologi, budaya didefinisikan sebagai kumpulan semua ide, keyakinan, perilaku, dan produk yang umumnya dimiliki dan dibuat oleh kelompok-kelompok sosial untuk
Terbentuknya Republik Indonesia Serikat (RIS) merupakan hasil kesepakatan dalam KMB. RIS terdiri atas 16 negara bagian dengan masing-masing mempunyai luas daerah dan jumlah penduduk yang berbeda. Pembentukan RIS diikuti oleh pembentukan Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) dengan TN! sebagai intinya. bersama-sama bangsa Indonesia lain