Soe Hok Gie merupakan pribadi yang cerdas, berani, dan peduli terhadap sesama. Sejak masa sekolah menengah, nilai-nilainya selalu bagus. Di jurusan, Hok Gie termasuk mahasiswa yang pandai. Ia merupakan salah satu mahasiswa yang menonjol di dalam maupun di luar kelas, dalam bidang akademik maupun non
Tahun 1595 Belanda memulai pelayaran lintas samudera pertamanya yang berhasil mencapai kepulauan Nusantara. Sebuah perusahaan dagang Compagnie van Verre dari Amsterdam membawa empat kapal berlayar dari pelabuhan Amsterdam. Empat kapal tersebut; Mauritius, Amsterdam, Hollandia dan Duffe, dipimpin oleh Cournelis de Houtman berhasil mendarat di Banten,
Lautan luas yang membentang di khatulistiwa, dipenuhi kapal-kapal layar dari berbagai penjuru dunia. Angin muson membawa mereka melintasi Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan, bertemu di sebuah kepulauan yang kaya raya yaitu kepulauan Nusantara. Selama berabad-abad, wilayah ini menjadi jantung perdagangan global, tempat bertemunya para
Mu’awiyyah bin Abi Sufyan merupakan gubernur Syam pada masa pemerintahan khalifah Umar bin Khattab serta Utsman bin Affan. Selama menjabat sebagai gubernur, Muawiyah membentuk kekuatan militer yang dapat memperkuat posisinya di masa-masa mendatang. Muawiyah tidak segan mengeluarkan harta benda untuk merekrut tentara bayaran yang mayoritas
Bayangkan sejenak, ribuan tahun lalu, di tepi Sungai Tiber, sekelompok suku kecil hidup di antara tujuh bukit subur Italia Tengah. Dari tanah itulah, sebuah legenda lahir — kisah dua saudara kembar, Romulus dan Remus, cucu Raja Numitor, yang kelak menjadi simbol berdirinya kota paling berpengaruh
Pemerintah kolonial Belanda, tahun 1800an, ingin membentuk citra kolonial pada kota-kota di Hindia Belanda.[1] Adanya alun-alun merupakan bagian pusat kota tradisional yang penting, sehingga dapat dipakai sebagai modal awal untuk membentuk citra tersebut. Keberadaan alun-alun dimunculkan sebagai pusat administrasi serta kontrol pemerintahan. Tapikal ibukota kabupaten
Kehidupan Keluarga dan Masa Kecil Hok Gie Soe Hok Gie lahir tanggal 17 Desember 1942 di Jakarta, dari pasangan Soe Lie Pet alias Salam Sutrawan dan Nio Hoe An alias Maria Sugiri. Soe Lie Pet merupakan penulis dan redaktur berbagai surat kabar seperti Tjin Po,