Kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia didorong oleh berbagai hal, baik faktor intern maupun ekstern. Hal-hal yang melatarbelakangi kedatangan bangsa barat adalah sebagai berikut; Perkembangan Merkantilisme, revolusi industri, dan kapitalisme Merkantilisme adalah suatu paham kebijakan politik dan ekonomi suatu negara yang memiliki tujuan memupuk hasil kekayaan
Kingdom of Heaven merupakan salah satu film kolosal yang mengambil setting di Jerusalem sekitar tahun 1180 Masehi. Film ini disutradai oleh Ridley Scott, sutradara yang sebelumnya meraih Oscar lewat film Gladiator (2000). Kingdom of Heaven mengambil cerita peperangan antara kerajaan Kristen dan Kerajaan Islam dalam
Terbentuknya Republik Indonesia Serikat (RIS) merupakan hasil kesepakatan dalam KMB. RIS terdiri atas 16 negara bagian dengan masing-masing mempunyai luas daerah dan jumlah penduduk yang berbeda. Pembentukan RIS diikuti oleh pembentukan Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) dengan TN! sebagai intinya. bersama-sama bangsa Indonesia lain
Terdapat sebuah masa ketika biji Pala dan Cengkeh bernilai lebih mahal dari emas. Masa ini adalah dunia di abad ke-15 dan ke-16, dan pusat dari kekayaan itu ada di gugusan pulau kecil di timur Nusantara: Kepulauan Maluku. Dua kerajaan Islam kembar, Ternate dan Tidore, adalah
Tahun 1595 Belanda memulai pelayaran lintas samudera pertamanya yang berhasil mencapai kepulauan Nusantara. Sebuah perusahaan dagang Compagnie van Verre dari Amsterdam membawa empat kapal berlayar dari pelabuhan Amsterdam. Empat kapal tersebut; Mauritius, Amsterdam, Hollandia dan Duffe, dipimpin oleh Cournelis de Houtman berhasil mendarat di Banten,
Perkembangan Kondisi Perekonomian Indonesia Tahun 1966-1969 Kondisi ekonomi bangsa Indonesia mengalami permasalahan jauh sebelum terjadinya peristiwa G30S 1965. Pada tahun-tahun sebelum G30S 1965 terjadi, perekonomian Indonesia sudah dibebani dengan inflasi yang tinggi hingga lebih dari 250%.[1] Selain inflasi perekonomian, Indonesia juga mengalami defisit anggaran belanja
Jakarta pada awal tahun 1960an tidak terlepas dari aktivitas pembangunan. Mesin konstruksi bekerja siang malam, melakukan pembangunan. Di tengah krisis ekonomi yang menggerogoti, di saat utang luar negeri menggunung, dan di tengah ketidakstabilan politik dalam negeri, Soekarno memilih untuk mengejar ambisi, menantang logika, dan mengubah
Generasi milenial yang lahir dibawah tahun 2000an, menghadapi jaman yang jauh berbeda dengan generasi sebelumnya. Jika generasi sebelumnya seperti generasi boomer, tumbuh di jaman yang belum terlalu cepat perkembangannya, maka generasi milenial menghadapi jaman yang begitu dinamis. Berikut adalah skill-skill yang harus dikuasai generasi milenial:
Film Perang merupakan genre film yang berfokus pada konflik serta pertempuran yang terjadi dalam konteks perang. Seringkali, film perang menampilkan karakter-karakter yang terlibat dalam konflik tersebut, baik sebagai tentara maupun warga sipil yang terdampak langsung oleh perang. Film perang dapat berlatar belakang pada konflik-konflik sejarah
Mu’awiyyah bin Abi Sufyan merupakan gubernur Syam pada masa pemerintahan khalifah Umar bin Khattab serta Utsman bin Affan. Selama menjabat sebagai gubernur, Muawiyah membentuk kekuatan militer yang dapat memperkuat posisinya di masa-masa mendatang. Muawiyah tidak segan mengeluarkan harta benda untuk merekrut tentara bayaran yang mayoritas