Pemikiran dan gagasan dari Hok Gie memiliki fokus kepada tiga hal utama, hal kebangsaan, hal kemahasiswaan dan hal kemanusiaan. Dalam catatan harian dan berbagai tulisan di surat kabar, ketiga hal ini selalu menjadi topik utama gagasan Hok Gie. Hal kebangsaan menyangkut pemikiran yang berhubungan dengan
Aktifitas Hok Gie di Organisasi Mahasiswa Luar Kampus Tahun 1962 Hok Gie bergabung dengan Gerakan Mahasiswa Sosialis (Gemsos) organisasi binaan Partai Sosialis Indonesia pimpinan Sutan Syahrir. Ketertarikan Hok Gie pada Gemsos terutama karena keberanian mereka untuk menentang rezim Soekarno. Di Gemsos Hok Gie bertugas untuk
Kehidupan Keluarga dan Masa Kecil Hok Gie Soe Hok Gie lahir tanggal 17 Desember 1942 di Jakarta, dari pasangan Soe Lie Pet alias Salam Sutrawan dan Nio Hoe An alias Maria Sugiri. Soe Lie Pet merupakan penulis dan redaktur berbagai surat kabar seperti Tjin Po,
Kepulauan Banda. Nama ini membangkitkan bayangan surga tropis dengan laut biru jernih dan aroma pala yang semerbak. Di masa lampau, gugusan pulau kecil di Maluku Tengah ini adalah pusat ekonomi dunia, satu-satunya tempat di bumi di mana pohon Pala (Myristica Fragrans) tumbuh subur. Buah Pala
Pada pertengahan abad ke-17, Kesultanan Mataram berdiri sebagai kekuatan dominan di Pulau Jawa. Di bawah pimpinan raja terbesarnya, Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613-1645), kerajaan ini telah menaklukkan hampir seluruh pulau. Surabaya, Madura, Pasuruan, dan sebagian besar Jawa Barat telah tunduk. Mataram adalah imperium agraris yang kaya
Di tengah proses pembangunan Proyek Mercusuar, di saat Indonesia lantang menyerukan sikap anti-kolonialisme dan imperialisme (Nekolim) melalui forum GANEFO, Presiden Soekarno menghadapi ancaman geopolitik yang dianggap paling serius: Pembentukan Negara Federasi Malaysia. Periode 1959 hingga 1966, yang ditandai oleh sistem Demokrasi Terpimpin, masa di mana
Pemerintah kolonial Belanda, tahun 1800an, ingin membentuk citra kolonial pada kota-kota di Hindia Belanda.[1] Adanya alun-alun merupakan bagian pusat kota tradisional yang penting, sehingga dapat dipakai sebagai modal awal untuk membentuk citra tersebut. Keberadaan alun-alun dimunculkan sebagai pusat administrasi serta kontrol pemerintahan. Tapikal ibukota kabupaten
Siapa sebenarnya pihak yang memiliki klaim atas wilayah Jerusalem, serta wilayah yang sekarang ditempati Israel dan Palestina. Klaim ini penuh kontroversi dan seringkali diperebutkan oleh berbagai bangsa, dengan agama yang berbeda, dari waktu ke waktu. Beberapa klaim dikatakan berasal dari Tuhan, penaklukan, hingga budaya yang
Bayangkan sejenak, ribuan tahun lalu, di tepi Sungai Tiber, sekelompok suku kecil hidup di antara tujuh bukit subur Italia Tengah. Dari tanah itulah, sebuah legenda lahir — kisah dua saudara kembar, Romulus dan Remus, cucu Raja Numitor, yang kelak menjadi simbol berdirinya kota paling berpengaruh