Sejarah Indonesia pada abad ke-17 hingga akhir abad ke-18 tidak dapat dipisahkan dari peran sentral VOC. Singkatan dari Vereenigde Oostindische Compagnie (Perserikatan Dagang Hindia Timur), yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602. VOC awalnya merupakan sebuah perusahaan kongsi dagang Belanda. Namun, dalam perjalanannya, perusahaan ini
Soe Hok Gie merupakan pribadi yang cerdas, berani, dan peduli terhadap sesama. Sejak masa sekolah menengah, nilai-nilainya selalu bagus. Di jurusan, Hok Gie termasuk mahasiswa yang pandai. Ia merupakan salah satu mahasiswa yang menonjol di dalam maupun di luar kelas, dalam bidang akademik maupun non
Kondisi Hindia Belanda Tahun 1929-1942 Tahun 1929 dunia mengalami kegoncangan ketika terjadi crash di pasar saham Amerika Serikat. Jatuhnya pasar saham mempengaruhi berbagai sektor mulai dari industri, perdagangan, merosotnya daya beli masyarakat, hilangnya aset dan simpanan kekayaan, dan banyak hal lainnya. Kondisi ini menyebabkan The
Budaya adalah konsep yang sangat luas, bahkan para rekan sejawat dalam bidang sosiologi dan antropologi tidak memiliki definisi yang tetap mengenai istilah ini. Dalam bidang sosiologi, budaya didefinisikan sebagai kumpulan semua ide, keyakinan, perilaku, dan produk yang umumnya dimiliki dan dibuat oleh kelompok-kelompok sosial untuk
Pemikiran dan gagasan dari Hok Gie memiliki fokus kepada tiga hal utama, hal kebangsaan, hal kemahasiswaan dan hal kemanusiaan. Dalam catatan harian dan berbagai tulisan di surat kabar, ketiga hal ini selalu menjadi topik utama gagasan Hok Gie. Hal kebangsaan menyangkut pemikiran yang berhubungan dengan
Perang, baik yang terjadi di masa modern seperti perang dunia II atau perang Vietnam, maupun yang terjadi di masa lampau seperti perang Spartan Hingga Troya, banyak diabadikan dalam bentuk film. Saking banyaknya film yang mengambil latar perang, genre film perang memiliki penggemar tersendiri. Film perang
Tahun 1595 Belanda memulai pelayaran lintas samudera pertamanya yang berhasil mencapai kepulauan Nusantara. Sebuah perusahaan dagang Compagnie van Verre dari Amsterdam membawa empat kapal berlayar dari pelabuhan Amsterdam. Empat kapal tersebut; Mauritius, Amsterdam, Hollandia dan Duffe, dipimpin oleh Cournelis de Houtman berhasil mendarat di Banten,
Kondisi Tahta Kraton Yogyakarta di Tengah Kecamuk Perang Dunia II Siapa tidak kenal kota Jogja? Kota yang memiliki banyak peninggalan budaya juga sejarah. Kota yang menjadi tujuan wisata, dari berbagai penjuru. Juga kota yang menjadi tujuan belajar pemuda-pemudi dari seluruh pelosok. Kota Jogja dikenal dengan