Lautan luas yang membentang di khatulistiwa, dipenuhi kapal-kapal layar dari berbagai penjuru dunia. Angin muson membawa mereka melintasi Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan, bertemu di sebuah kepulauan yang kaya raya yaitu kepulauan Nusantara. Selama berabad-abad, wilayah ini menjadi jantung perdagangan global, tempat bertemunya para
Pemerintah kolonial Belanda, tahun 1800an, ingin membentuk citra kolonial pada kota-kota di Hindia Belanda.[1] Adanya alun-alun merupakan bagian pusat kota tradisional yang penting, sehingga dapat dipakai sebagai modal awal untuk membentuk citra tersebut. Keberadaan alun-alun dimunculkan sebagai pusat administrasi serta kontrol pemerintahan. Tapikal ibukota kabupaten
Mu’awiyyah bin Abi Sufyan merupakan gubernur Syam pada masa pemerintahan khalifah Umar bin Khattab serta Utsman bin Affan. Selama menjabat sebagai gubernur, Muawiyah membentuk kekuatan militer yang dapat memperkuat posisinya di masa-masa mendatang. Muawiyah tidak segan mengeluarkan harta benda untuk merekrut tentara bayaran yang mayoritas
Pemikiran dan gagasan dari Hok Gie memiliki fokus kepada tiga hal utama, hal kebangsaan, hal kemahasiswaan dan hal kemanusiaan. Dalam catatan harian dan berbagai tulisan di surat kabar, ketiga hal ini selalu menjadi topik utama gagasan Hok Gie. Hal kebangsaan menyangkut pemikiran yang berhubungan dengan
Generasi milenial yang lahir dibawah tahun 2000an, menghadapi jaman yang jauh berbeda dengan generasi sebelumnya. Jika generasi sebelumnya seperti generasi boomer, tumbuh di jaman yang belum terlalu cepat perkembangannya, maka generasi milenial menghadapi jaman yang begitu dinamis. Berikut adalah skill-skill yang harus dikuasai generasi milenial:
Di tengah proses pembangunan Proyek Mercusuar, di saat Indonesia lantang menyerukan sikap anti-kolonialisme dan imperialisme (Nekolim) melalui forum GANEFO, Presiden Soekarno menghadapi ancaman geopolitik yang dianggap paling serius: Pembentukan Negara Federasi Malaysia. Periode 1959 hingga 1966, yang ditandai oleh sistem Demokrasi Terpimpin, masa di mana
Keberhasilan Cournelis de Houtman dan Van Neck berlayar ke kepulauan Nusantara pada tahun 1600 mengawali Imperialisme Belanda di Nusantara. Pedagang-pedagang Belanda melaksanakan kegiatan ekonomi dari wilayah Nusantara. Menjadikan Belanda dalam dua tahun menjadi negara yang kaya rempah-rempah. Keuntungan yang diperoleh berlipat-lipat sehingga banyak kongsi dagang
Kondisi Tahta Kraton Yogyakarta di Tengah Kecamuk Perang Dunia II Siapa tidak kenal kota Jogja? Kota yang memiliki banyak peninggalan budaya juga sejarah. Kota yang menjadi tujuan wisata, dari berbagai penjuru. Juga kota yang menjadi tujuan belajar pemuda-pemudi dari seluruh pelosok. Kota Jogja dikenal dengan
Kondisi Eropa Mediterania dan Timur Tengah Abad 20 perang p Perang Dunia I dan Geopolitik Kawasan Timur Tengah Perang Dunia II dan Geopolitik Kawasan Timur Tengah