Aktifitas Hok Gie di Organisasi Mahasiswa Luar Kampus Tahun 1962 Hok Gie bergabung dengan Gerakan Mahasiswa Sosialis (Gemsos) organisasi binaan Partai Sosialis Indonesia pimpinan Sutan Syahrir. Ketertarikan Hok Gie pada Gemsos terutama karena keberanian mereka untuk menentang rezim Soekarno. Di Gemsos Hok Gie bertugas untuk
Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan tidak serta merta berakhir. Salah satu isu terpanjang dan paling menantang dalam sejarah diplomasi dan militer Indonesia adalah sengketa mengenai status Irian Barat (sekarang Papua dan Papua Barat). Wilayah yang terletak di ujung
Sosiologi memiliki akar yang dapat ditelusuri pada karya-karya para filsuf terkenal, termasuk Plato (427-347 SM), Aristoteles (384-322 SM), dan Konfusius (551-479 SM). Beberapa cendekiawan awal juga mengadopsi pandangan yang memiliki dimensi sosiologis. Misalnya, sejarawan Cina Ma Tuan-Lin, yang pada abad ke-13, mengembangkan metode sejarah sosiologis
Perkembangan Kondisi Perekonomian Indonesia Tahun 1966-1969 Kondisi ekonomi bangsa Indonesia mengalami permasalahan jauh sebelum terjadinya peristiwa G30S 1965. Pada tahun-tahun sebelum G30S 1965 terjadi, perekonomian Indonesia sudah dibebani dengan inflasi yang tinggi hingga lebih dari 250%.[1] Selain inflasi perekonomian, Indonesia juga mengalami defisit anggaran belanja
Tahun 1595 Belanda memulai pelayaran lintas samudera pertamanya yang berhasil mencapai kepulauan Nusantara. Sebuah perusahaan dagang Compagnie van Verre dari Amsterdam membawa empat kapal berlayar dari pelabuhan Amsterdam. Empat kapal tersebut; Mauritius, Amsterdam, Hollandia dan Duffe, dipimpin oleh Cournelis de Houtman berhasil mendarat di Banten,
Pemikiran dan gagasan dari Hok Gie memiliki fokus kepada tiga hal utama, hal kebangsaan, hal kemahasiswaan dan hal kemanusiaan. Dalam catatan harian dan berbagai tulisan di surat kabar, ketiga hal ini selalu menjadi topik utama gagasan Hok Gie. Hal kebangsaan menyangkut pemikiran yang berhubungan dengan
Kondisi Hindia Belanda Tahun 1929-1942 Tahun 1929 dunia mengalami kegoncangan ketika terjadi crash di pasar saham Amerika Serikat. Jatuhnya pasar saham mempengaruhi berbagai sektor mulai dari industri, perdagangan, merosotnya daya beli masyarakat, hilangnya aset dan simpanan kekayaan, dan banyak hal lainnya. Kondisi ini menyebabkan The
Sejarah Indonesia pada abad ke-17 hingga akhir abad ke-18 tidak dapat dipisahkan dari peran sentral VOC. Singkatan dari Vereenigde Oostindische Compagnie (Perserikatan Dagang Hindia Timur), yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602. VOC awalnya merupakan sebuah perusahaan kongsi dagang Belanda. Namun, dalam perjalanannya, perusahaan ini
Pasca proklamasi kemerdekaan, bangsa Indonesia terus mengalami kondisi yang dinamis. Kedatangan sekutu tahun 1945 misalnya, memicu berbagai pertempuran di berbagai kota. Salah satu kota yang mengalami pertempuran hebat diantaranya adalah Surabaya, Semarang, Medan hingga Bandung. Pertempuran-pertempuran ini terjadi terutama karena rakyat Indonesia tidak terima dengan