Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan tidak serta merta berakhir. Salah satu isu terpanjang dan paling menantang dalam sejarah diplomasi dan militer Indonesia adalah sengketa mengenai status Irian Barat (sekarang Papua dan Papua Barat). Wilayah yang terletak di ujung
Film Perang merupakan genre film yang berfokus pada konflik serta pertempuran yang terjadi dalam konteks perang. Seringkali, film perang menampilkan karakter-karakter yang terlibat dalam konflik tersebut, baik sebagai tentara maupun warga sipil yang terdampak langsung oleh perang. Film perang dapat berlatar belakang pada konflik-konflik sejarah
Memahami sejarah Nusantara terkadang terasa seperti menyusun potongan puzzle yang berserakan. Salah satu periode yang paling memikat sekaligus menantang untuk dipelajari adalah era Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah. Jejak-jejak kebesaran masa lalu ini tidak hanya tertinggal pada kemegahan candi-candi yang menjulang, tetapi juga terekam
Jakarta pada awal tahun 1960an tidak terlepas dari aktivitas pembangunan. Mesin konstruksi bekerja siang malam, melakukan pembangunan. Di tengah krisis ekonomi yang menggerogoti, di saat utang luar negeri menggunung, dan di tengah ketidakstabilan politik dalam negeri, Soekarno memilih untuk mengejar ambisi, menantang logika, dan mengubah
Silsilah dan Leluhur Arya Wiraraja Silsilah dan leluhur Arya Wiraraja dapat ditelusuri dalam Babad Manik Angkeran. Babad Manik Angkeran adalah babad yang merekam peristiwa di kerajaan Kediri. Dalam babad ini diceritakan kisah tokoh yang bernama Danghyang Bajrasatwa. Berputra Danghyang Tanuhun atau Mpu Lampita. Berputra lima
Generasi milenial yang lahir dibawah tahun 2000an, menghadapi jaman yang jauh berbeda dengan generasi sebelumnya. Jika generasi sebelumnya seperti generasi boomer, tumbuh di jaman yang belum terlalu cepat perkembangannya, maka generasi milenial menghadapi jaman yang begitu dinamis. Berikut adalah skill-skill yang harus dikuasai generasi milenial:
Sosiologi memiliki akar yang dapat ditelusuri pada karya-karya para filsuf terkenal, termasuk Plato (427-347 SM), Aristoteles (384-322 SM), dan Konfusius (551-479 SM). Beberapa cendekiawan awal juga mengadopsi pandangan yang memiliki dimensi sosiologis. Misalnya, sejarawan Cina Ma Tuan-Lin, yang pada abad ke-13, mengembangkan metode sejarah sosiologis
Kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia didorong oleh berbagai hal, baik faktor intern maupun ekstern. Hal-hal yang melatarbelakangi kedatangan bangsa barat adalah sebagai berikut; Perkembangan Merkantilisme, revolusi industri, dan kapitalisme Merkantilisme adalah suatu paham kebijakan politik dan ekonomi suatu negara yang memiliki tujuan memupuk hasil kekayaan
Kepulauan Banda. Nama ini membangkitkan bayangan surga tropis dengan laut biru jernih dan aroma pala yang semerbak. Di masa lampau, gugusan pulau kecil di Maluku Tengah ini adalah pusat ekonomi dunia, satu-satunya tempat di bumi di mana pohon Pala (Myristica Fragrans) tumbuh subur. Buah Pala