Kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia didorong oleh berbagai hal, baik faktor intern maupun ekstern. Hal-hal yang melatarbelakangi kedatangan bangsa barat adalah sebagai berikut; Perkembangan Merkantilisme, revolusi industri, dan kapitalisme Merkantilisme adalah suatu paham kebijakan politik dan ekonomi suatu negara yang memiliki tujuan memupuk hasil kekayaan
Pada pertengahan abad ke-17, Kesultanan Mataram berdiri sebagai kekuatan dominan di Pulau Jawa. Di bawah pimpinan raja terbesarnya, Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613-1645), kerajaan ini telah menaklukkan hampir seluruh pulau. Surabaya, Madura, Pasuruan, dan sebagian besar Jawa Barat telah tunduk. Mataram adalah imperium agraris yang kaya
Mu’awiyyah bin Abi Sufyan merupakan gubernur Syam pada masa pemerintahan khalifah Umar bin Khattab serta Utsman bin Affan. Selama menjabat sebagai gubernur, Muawiyah membentuk kekuatan militer yang dapat memperkuat posisinya di masa-masa mendatang. Muawiyah tidak segan mengeluarkan harta benda untuk merekrut tentara bayaran yang mayoritas
Terbentuknya Republik Indonesia Serikat (RIS) merupakan hasil kesepakatan dalam KMB. RIS terdiri atas 16 negara bagian dengan masing-masing mempunyai luas daerah dan jumlah penduduk yang berbeda. Pembentukan RIS diikuti oleh pembentukan Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) dengan TN! sebagai intinya. bersama-sama bangsa Indonesia lain
Terdapat sebuah masa ketika biji Pala dan Cengkeh bernilai lebih mahal dari emas. Masa ini adalah dunia di abad ke-15 dan ke-16, dan pusat dari kekayaan itu ada di gugusan pulau kecil di timur Nusantara: Kepulauan Maluku. Dua kerajaan Islam kembar, Ternate dan Tidore, adalah
Soe Hok Gie merupakan pribadi yang cerdas, berani, dan peduli terhadap sesama. Sejak masa sekolah menengah, nilai-nilainya selalu bagus. Di jurusan, Hok Gie termasuk mahasiswa yang pandai. Ia merupakan salah satu mahasiswa yang menonjol di dalam maupun di luar kelas, dalam bidang akademik maupun non
Keberhasilan Cournelis de Houtman dan Van Neck berlayar ke kepulauan Nusantara pada tahun 1600 mengawali Imperialisme Belanda di Nusantara. Pedagang-pedagang Belanda melaksanakan kegiatan ekonomi dari wilayah Nusantara. Menjadikan Belanda dalam dua tahun menjadi negara yang kaya rempah-rempah. Keuntungan yang diperoleh berlipat-lipat sehingga banyak kongsi dagang