Kingdom of Heaven merupakan salah satu film kolosal yang mengambil setting di Jerusalem sekitar tahun 1180 Masehi. Film ini disutradai oleh Ridley Scott, sutradara yang sebelumnya meraih Oscar lewat film Gladiator (2000). Kingdom of Heaven mengambil cerita peperangan antara kerajaan Kristen dan Kerajaan Islam dalam
Kepulauan Banda. Nama ini membangkitkan bayangan surga tropis dengan laut biru jernih dan aroma pala yang semerbak. Di masa lampau, gugusan pulau kecil di Maluku Tengah ini adalah pusat ekonomi dunia, satu-satunya tempat di bumi di mana pohon Pala (Myristica Fragrans) tumbuh subur. Buah Pala
Perkembangan Kondisi Perekonomian Indonesia Tahun 1966-1969 Kondisi ekonomi bangsa Indonesia mengalami permasalahan jauh sebelum terjadinya peristiwa G30S 1965. Pada tahun-tahun sebelum G30S 1965 terjadi, perekonomian Indonesia sudah dibebani dengan inflasi yang tinggi hingga lebih dari 250%.[1] Selain inflasi perekonomian, Indonesia juga mengalami defisit anggaran belanja
Pasca proklamasi kemerdekaan, bangsa Indonesia terus mengalami kondisi yang dinamis. Kedatangan sekutu tahun 1945 misalnya, memicu berbagai pertempuran di berbagai kota. Salah satu kota yang mengalami pertempuran hebat diantaranya adalah Surabaya, Semarang, Medan hingga Bandung. Pertempuran-pertempuran ini terjadi terutama karena rakyat Indonesia tidak terima dengan
Proses kedatangan nenek moyang bangsa Indonesia merupakan sebuah peristiwa yang sangat penting dalam sejarah Indonesia. Menurut beberapa teori yang berkembang, nenek moyang bangsa Indonesia diperkirakan tiba di Nusantara sekitar 50.000 tahun yang lalu. Para nenek moyang Indonesia pertama kali tiba di wilayah ini melalui jalur
Pada pertengahan abad ke-17, Kesultanan Mataram berdiri sebagai kekuatan dominan di Pulau Jawa. Di bawah pimpinan raja terbesarnya, Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613-1645), kerajaan ini telah menaklukkan hampir seluruh pulau. Surabaya, Madura, Pasuruan, dan sebagian besar Jawa Barat telah tunduk. Mataram adalah imperium agraris yang kaya
Pemikiran dan gagasan dari Hok Gie memiliki fokus kepada tiga hal utama, hal kebangsaan, hal kemahasiswaan dan hal kemanusiaan. Dalam catatan harian dan berbagai tulisan di surat kabar, ketiga hal ini selalu menjadi topik utama gagasan Hok Gie. Hal kebangsaan menyangkut pemikiran yang berhubungan dengan
Siapa sebenarnya pihak yang memiliki klaim atas wilayah Jerusalem, serta wilayah yang sekarang ditempati Israel dan Palestina. Klaim ini penuh kontroversi dan seringkali diperebutkan oleh berbagai bangsa, dengan agama yang berbeda, dari waktu ke waktu. Beberapa klaim dikatakan berasal dari Tuhan, penaklukan, hingga budaya yang