Jakarta pada awal tahun 1960an tidak terlepas dari aktivitas pembangunan. Mesin konstruksi bekerja siang malam, melakukan pembangunan. Di tengah krisis ekonomi yang menggerogoti, di saat utang luar negeri menggunung, dan di tengah ketidakstabilan politik dalam negeri, Soekarno memilih untuk mengejar ambisi, menantang logika, dan mengubah
Mu’awiyyah bin Abi Sufyan merupakan gubernur Syam pada masa pemerintahan khalifah Umar bin Khattab serta Utsman bin Affan. Selama menjabat sebagai gubernur, Muawiyah membentuk kekuatan militer yang dapat memperkuat posisinya di masa-masa mendatang. Muawiyah tidak segan mengeluarkan harta benda untuk merekrut tentara bayaran yang mayoritas
Memahami sejarah Nusantara terkadang terasa seperti menyusun potongan puzzle yang berserakan. Salah satu periode yang paling memikat sekaligus menantang untuk dipelajari adalah era Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah. Jejak-jejak kebesaran masa lalu ini tidak hanya tertinggal pada kemegahan candi-candi yang menjulang, tetapi juga terekam
Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan tidak serta merta berakhir. Salah satu isu terpanjang dan paling menantang dalam sejarah diplomasi dan militer Indonesia adalah sengketa mengenai status Irian Barat (sekarang Papua dan Papua Barat). Wilayah yang terletak di ujung
Sejarah Indonesia pada abad ke-17 hingga akhir abad ke-18 tidak dapat dipisahkan dari peran sentral VOC. Singkatan dari Vereenigde Oostindische Compagnie (Perserikatan Dagang Hindia Timur), yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602. VOC awalnya merupakan sebuah perusahaan kongsi dagang Belanda. Namun, dalam perjalanannya, perusahaan ini
Kingdom of Heaven merupakan salah satu film kolosal yang mengambil setting di Jerusalem sekitar tahun 1180 Masehi. Film ini disutradai oleh Ridley Scott, sutradara yang sebelumnya meraih Oscar lewat film Gladiator (2000). Kingdom of Heaven mengambil cerita peperangan antara kerajaan Kristen dan Kerajaan Islam dalam
Kondisi Tahta Kraton Yogyakarta di Tengah Kecamuk Perang Dunia II Siapa tidak kenal kota Jogja? Kota yang memiliki banyak peninggalan budaya juga sejarah. Kota yang menjadi tujuan wisata, dari berbagai penjuru. Juga kota yang menjadi tujuan belajar pemuda-pemudi dari seluruh pelosok. Kota Jogja dikenal dengan
Sosiologi memiliki akar yang dapat ditelusuri pada karya-karya para filsuf terkenal, termasuk Plato (427-347 SM), Aristoteles (384-322 SM), dan Konfusius (551-479 SM). Beberapa cendekiawan awal juga mengadopsi pandangan yang memiliki dimensi sosiologis. Misalnya, sejarawan Cina Ma Tuan-Lin, yang pada abad ke-13, mengembangkan metode sejarah sosiologis
Terdapat sebuah masa ketika biji Pala dan Cengkeh bernilai lebih mahal dari emas. Masa ini adalah dunia di abad ke-15 dan ke-16, dan pusat dari kekayaan itu ada di gugusan pulau kecil di timur Nusantara: Kepulauan Maluku. Dua kerajaan Islam kembar, Ternate dan Tidore, adalah