Tahun 1595 Belanda memulai pelayaran lintas samudera pertamanya yang berhasil mencapai kepulauan Nusantara. Sebuah perusahaan dagang Compagnie van Verre dari Amsterdam membawa empat kapal berlayar dari pelabuhan Amsterdam. Empat kapal tersebut; Mauritius, Amsterdam, Hollandia dan Duffe, dipimpin oleh Cournelis de Houtman berhasil mendarat di Banten, Madura dan Bali.
Setelah membeli muatan berisi rempah-rempah dan bahan berharga lainnya, mereka kembali ke Belanda. Di Belanda, kedatangan mereka disambut oleh perusahaan dagang lainnya dengan meriah. Beberapa perusahaan dagang mulai berupaya untuk melakukan pelayaran ke Asia khususnya ke kepulauan Nusantara untuk mencari rempah dan bahan berharga lainnya.

Era pelayaran samudera bagi pelaut dan perusahaan dagang Belanda dimulai. Beberapa perusahaan dagang dari Rotterdam, Zeealand, juga Amsterdam mulai berkompetisi dalam pelayaran dan perdagangan rempah. Praktik pelayaran dan perdagangan ini melibatkan pelaut, pemilik kapal, dan penanam modal. Keuntungan yang didapat dari pelayaran dan perdagangan kemudian dibagi rata semua pihak yang turut andil.
Terbentuknya Persatuan Perusahaan Dagang di Belanda.
Semakin banyaknya pelaut yang berlayar, dengan dukungan pemilik kapal dan penenam modal, membuat persaingan di jalur pelayaran dan di pasar mulai sengit. Hal ini berimbas pada berkurangnya keuntungan yang didapat oleh para penanam modal dan pemilik kapal. Kondisi tersebut cukup berbahaya bagi kelangsungan pelayaran dan perdagangan samudera Belanda. Apabila pemilik modal tidak lagi mendapat untung dari pelayaran dan perdagangan samudera, maka tidak ada lagi yang tertarik membiayai dan menanamkan modal dalam aktifitas pelayaran tersebut.
Langkah cepat segera diambil oleh perusahaan dagang. Untuk menguatkan kekuatan pelayaran dan perdagangan, mereka saling bekerja sama dengan perusahaan dagang lainnya. Wilayah seperti Amsterdam, Rotterdam, Hoorn, Delfi, Enkhuizen dan Zeeland memiliki persatuan perusahaan dagang tersendiri. Persaingan yang sebelumnya hanya terjadi diantara perusahaan dagang lokal, kemudian berkembang menjadi persaingan dengan pelayaran dan perdagangan kerajaan Spanyol dan Portugal. Kekuatan dari gabungan Kompeni tersebut memiliki potensi dalam melawan hegemoni kerajaan Spanyol dan Portugis.
Penyatuan Kompeni dagang seluruh Belanda diinisiasi oleh Pangeran Maurits dari Kerajaan Belanda. Melalui Staten Generaal atau Pemerintah Negeri Belanda, diterbitkanlah Oktroi, yang mengatur tentang fusi dari berbagai kompeni besar dari tiap-tiap kota. Oktroi tersebut juga mengatur hak dan posisi masing masing pihak, baik pelaut, pemilik kapal dan penanam modal dalam kompeni induk. Oktroi juga mengatur tentang monopoli pelayaran dan perdagangan di Belanda yang hanya boleh dilaksanakan oleh kompeni induk. Kompeni induk ini kemudian diberi nama VOC, Verenigde Oostindische Compagnie yang resmi berdiri tahun 1602.
Manajemen Kekuasaan dalam Organisasi VOC
Perusahaan dagang VOC terdiri dari berbagai persatuan perusahaan kecil di beberapa wilayah, sering disebut sebagai Kamer.
