Lebih dari se-abad yang lalu, bangsa kita masih belum terbentuk dengan sempurna. Indonesia, negara yang kita diami saat ini, masih berbentuk koloni Belanda. Lebih sering disebut dengan nama Hindia Belanda. Tetapi pergerakan menuju sebuah bangsa yang utuh tentu selalu diperjuangkan. Baik itu melalui Organisasi Pergerakan Nasional, perjuangan Pers Nasional, hingga perjuangan kepemudaan, wanita, dan banyak lagi bentuk perjuangan. Salah satu bentuk perjuangan yang gigih dalam mempersiapkan sebuah bangsa yang utuh, adalah melalui jalan pendidikan.

Adalah Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, seorang ningrat dari Kadipaten Pakualaman, Yogyakarta, yang memiliki perhatian besar pada pendidikan. Beliau lahir dan besar di tengah keluarga bangsawan, mendapat keistimewaan untuk mengenyam pendidikan Belanda. Meski lahir dan besar di kalangan bangsawan, jiwa nasionalisnya tidak pernah pudar. Hal itulah yang kerap membuat Soewardi terjun ke kancah perjuangan melawan kolonialisme Belanda. Salah satunya dengan menjadi jurnalis di berbagai surat kabar nasional seperti Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Salah satu tulisan beliau yang viral pada saat itu berjudul Als Ik Eens Nederlander Was